Thursday, August 1, 2019

Izin Pengolahan Limbah B3

DEFINISI

Pengolahan limbah B3 adalah proses untuk mengurangi dan/atau menghilangkan sifat bahaya dan/atau sifat racun.

DASAR HUKUM

Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizian Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan  Nomor: KEP-03/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun; dan
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 128 Tahun 2003 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Minyak Bumi dan Tanah Terkontaminasi oleh Minyak Bumi Secara Biologis.

RUANG LINGKUP

Layanan permohonan izin pengolahan limbah B3 yang diberikan meliputi pengolahan sesuai dengan peraturan yang berlaku, diantaranya yaitu pengolahan secara kimia, fisika, dan biologi.

ALUR PROSES PERMOHONAN IZIN PENGOLAHAN LIMBAH B3

Permohonan izin pengolahan limbah B3 diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun, disampaikan melalui Unit Pelayanan Terpadu (UPT).

Persyaratan izin pengolahan limbah B3 dibedakan berdasarkan teknologi yang digunakan :

1. PENGOLAHAN LIMBAH B3 DENGAN INSINERATOR

2. PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA TERMAL

3. PENGOPERASIAN ALAT TANK CLEANING

4. PENGOLAHAN LIMBAH B3 DENGAN AUTOKLAF

5. PENGOLAHAN LIMBAH B3 DENGAN BIOREMEDIASI

6. PENGOLAHAN LIMBAH B3 (PENCUCIAN KEMASAN)

Sumber : pelayananterpadu.menlhk

Arsip